Strategi pemasaran Curug Gentong Ibu Ritta menggunakan sarana sebagai berikut :
Word of Mouth
Pada awalnya usaha Ibu Ritta adalah kerajinan rumah tangga. Produk dikenal ketika ada teman yang berkunjung ke rumah dan melihat produk curug gentong. Teman tersebut tertarik dan membeli curug gentong tersebut. Kemudian berlanjut dengan promosi mulut ke mulut. Konsumen menjadi agen pemasaran gratis dan efektif bagi produk curug gentong. Ciri unik curug gentong dan kualitas yang prima membuat sistem ini berjalan lancar.
Liputan Media
Produk Curug Gentong yang unik membuat media datang tanpa diundang. Ibu Ritta mendapatkan saran promosi gratis karena tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Media justru datang dan meliput secara detil produk Ibu Ritta. Media yang pernah datang adalah :
TV Swasta :
Trans TV, Trans 7, SCTV, ANTV, Indosiar, Metro TV, TPI, DAAI TV, O Channel, Metro TV dan TV One.
Media Cetak :
Republika, Tabloid Rumah, Tabloid NOVA, Majalah Property, Majalah Pelangi, Majalah Loker, Warta Kota, Monde, Tabloid Bintang Home dan Majalah Duit
Berkat liputan media tersebut, Ibu Ritta mendapatkan pesanan dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Kalimantan. Dari sekitar Jabodetabek pun pesanan meningkat drastis. Keistimewaannya adalah produk tersebut diliput media secara cuma-cuma, tanpa mengeluarkan biaya iklan.
Pameran
Ibu Ritta sangat rajin mengikuti berbagai pameran UKM. Ada pameran yang diiikuti secara swadaya, ada juga pameran yang didukung oleh pemerintah Kota Depok. Melalui pameran, Ibu Ritta bisa berinteraksi lebih dekat dengan konsumen dan memperkenalkan produk curug gentong lebih maksimal. Selama pameran, biasanya 60%-80% produk yang dibawa Ibu Ritta berhasil terjual.
Referral
Sebenarnya program referral ini tercipta secara otomatis. Beberapa pembeli curug gentong dengan sukarela menawarkan diri menjadi agen penjual, terutama pembeli yang berasal dari daerah seperti Aceh, Palembang dan Jawa Timur. Ibu Ritta menyambut dengan terbuka dan mempersilakan mereka menetapkan harga jual lebih tinggi. Sistem ini cukup efektif mendongkrak penjualan curug gentong.
Strategi Produk ( Inovasi dan Kreatifitas )
Usaha kerajinan tangan curug gentong ini telah lama di geluti oleh ibu Ritta, pada awalnya produk-produk dari curug gentong ini hanya menyajikan beberapa desain saja. Namun seiring berjalan waktu banyak sekali konsumen yang menyukai produk dari curug gentong ini, dengan melihat besarnya potensi tingkat penjualan curug gentong pihak management UKM ini berinisiatif untuk melakukan strategi diversifikasi produk. Maksud dari diversifikasi produk sebagai strategi bisnis yang di tempuh yaitu UKM Curug Gentong ini telah membuka request model/disain pesanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Jadi semakin beragam disain dan motif dari produk curug gentong ini, karena terkadang disesuaikan dengan keinginan konsumen yang relative berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Walaupun demikian UKM Curug Gentong ini tetap memproduksi berbagai motif dari produknya yang nantinya akan di pajang di rumah produksinya agar nanti bila ada pengunjung yang datang mereka bisa melihat-lihat serta memilih model mana yang disukainya. Diversifikasi produk juga berguna sebagai strategi untuk memaksimalkan pemasaran produk dengan cara melakukan display pada waktu pameran-pameran.
Analisis Pelanggan
Usaha Curg Gentong ini telah menghasilkan jumlah pelanggan yang cukup banyak dari seluruh penjuru Indonesia. Jumlah pelanggan Curug Gentong dapat diibaratkan dari Sabang sampai ke Mearauke ada semua. Awalnya bu Ritta tidak menggunakan strategi khusus untuk bisa memperoleh pelanggan yang banyak jumlahnya. Bu Ritta hanya mempromosikan Curug Gentong dari mulut ke mulut pada awal mulanya, lambat laun karena keunikan dari produk ini maka beberapa stasiun televisi di Indonesia tertarik untuk meliput tentang UKM Curug Gentong ini. Sampai pada akhirnya hampir seluruh stasiun televisi Indonesia telah meliput kegiatan Curug Gentong, dengan demikian tidak heran semakin banyak pelanggan yang bermunculan yang tertarik untuk memesan produk Curug Genong. Tidak pesenan dari Pulau Sumatera, melainkan dari Pulau lain seperti Kalimantan dll juga memesan produk Curug Gentong. Ibu Ritta cukup kerepotan juga bila suatu ketika pesenan dari berbagai macam daerah datang memesan dalam waktu bersamaan, dan Bu Rita dengan ke profesionalannya melakukan tugas dengan baik melayani pesanan pelanggan-pelanggannya dan melakukan pengiriman barang pesanannya ke daerah asal tujuan pesanan.
Analisis Pesaing
Suatu usaha bisnis yang telah didirikan cepat atau lambat mereka akan menghadapi persaingan dengan pebisnis lain. Persaingan-persaingan tersebut dapat di golongkan kedalam bentuk persaingan yang positif ataupun persaingan negatif. Persaingan yang positif yang dimaksud disini ialah dengan bersaing secara bersih ( para pesaing menciptakan bisnis dengan produk lain yang lebih inovatif ), sedangkan persaingan negatif itu dilakukan dengan cara kotor ( seperti menjiplak dan mengcopy paste karya orang lain ).
Usaha Curug Gentong ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Hal tersebut memicu pihak lain untuk turut serta memiliki usaha yang sama, namun pihak lain tersebut tidak melakukan bentuk persaingan yang positif, mereka melakukan bentuk persaingan usaha yang negatif. Mereka menjiplak produk Curug Gentong dengan mengatas namakan produk tersebut hasil produksinya. Namun pada kenyataannya pihak yang melakukan penjiplakan produk Curug Gentong ini tidak memiliki kualitas sebagus produk aslinya. Produk tiruan Curug Gentong memiliki kualitas yang rendah, ukiran tidak halus, bentuk nya tidak proporsional, dan air tidak jatuh secara terfokus, sehingga air muncrat keluar.
UKM Curug Gentong ini telah mendaftarkan hak kekayaan intelektual melalui bantuan pemerintah Depok pada Tahun 2006, jauh sebelumnya pada tahun 2003 usaha kerajinan tangan Curug Gentong telah didaftarkan ke Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok sebagai Usaha Kecil Rumah Tangga. Walaupun telah mendapatkan hak paten tersebut tapi tetap saja diluar sana terdapat pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menjiplak/mengcopy paste produk asli Curug Gentong.
Prestasi-prestasi yang telah dicapai
Juara III Kreasi terbaik se-Provinsi Jawa Barat Tahun 2006
Kreativitas terunik se-Kotamadya Depok Tahun 2007
Juara III se-Indonesia versi Program Cabe Rawit SCTV
Produk Recycle Kreatif versi Badan Lingkungan Hidup ( BLH ) HIPMI
Perubahan setelah selesai Program Magang Kewirausahaan
Memiliki packaging yang tahan lama, rapih dan kuat untuk menahan produk curug gentong yang akan dikirimkan kepada pemesan.
Produk Ibu Ritta adalah produk pecah belah dengan bobot cukup berat, antara 1-5 kg. Pesanan dari jauh membutuhkan pengemasan yang bagus agar kondisi pesanan ketika dibuka sama dengan kondisi ketika dikirim. Sejauh ini Ibu Ritta menggunakan papan cor yang terkesan kurang rapi dan tidak professional. Ibu Ritta ingin mengganti dengan papan ringan dan halus untuk meningkatkan citra produk. Selian itu Ubu Ritta juga telah merencanakan perubahan disain logo yang lama. Logo Curug Gentong yang lama akan di ganti dengan logo yang baru sesuai dengan perubahan tahun 2010. Sehingga lebih futuristik.
Dari segi pemasaran, Ibu Ritta ingin mendalami pemasaran online via website.
Ibu Ritta terbuka dengan pengetahuan baru dan ingin tetap bertahan dalam persaingan handicraft yang semakin ketat. Tren pemasaran online perlu dimanfaatkan secara efektif karena sejauh ini bantuan yang diberikan oleh beberapa pihak belum maksimal.
saat ini curug gentong sudah memiliki website yang lebih baik. http://curuggentong.com/
