Curug Gentong merupakan sebuah produk handycraft / kerajinan tangan dengan produk utama berupa miniatur air terjun di dalam sebuah gentong yang telah dimodifikasi. Miniatur air terjun ini juga ditambahkan hiasan pendukung seperti dedaunan, rumput, jembatan, dll guna menambah nilai deni dari produk ini.
Usaha Curug Gentong ini ditemukan dan di ciptakan oleh Ibu Hj. Ritta Apriyanti pada tahun 2002. Usaha ini merupakan sebuah bentuk penyaluran hobi dari Ibu Ritta yang gemar me-recycle barang-barang ‘tidak berguna’ menjadi barang yang bernilai seni dan layak untuk dikoleksi.
Sebelum membuat usaha Curug Gentong ini Ibu Ritta juga telah membuka usaha handcraft dengan produk berupa ‘Rumah Barbie’.
Produk handcraft Rumah Barbie ini dibuat dengan menggunakan bahan dasar berupa sumpit yang disusun sedemikan rupa sehingga membentuk sebuah Rumah Barbie yang mungil. Kegiatan produksi Rumah Barbie ini cukup memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit serta sulitnya memperoleh bahan baku sumpit. Diperkirakan untuk memproduksi satu unit Rumah Barbie saja memakan waktu kurang lebih satu bulan lamanya. Oleh karena itu Ibu Ritta tidak menjadikan ini sebagai usaha.
Berbekal pengalaman usaha terdahulu Ibu Ritta tidak merasa putus asa dan terus bersemangat untuk menciptakan bisnis usaha yang baru berupa produkhandycraft yang mengutamakan ketelitian dan daya seni yang tinggi.
Tidak lama setelah itu munculah Curug Gentong sebagai hasil karya kerajinan tangan yang kedua dari Ibu Ritta. Inspirasi Curug Gentong ini bermula pada waktu Ibu Ritta mendengar keluhan salah seorang teman yang hendak berpindah rumah. Teman Ibu Ritta tersebut memiliki landscape air terjun dan taman kecil yang berada di pekarangan belakang rumahny namny sayangnyalandscape yang indah tersebut tidak bisa ikut pindah kerumah baru karenalandscape tersebut bersifat permanen dan berukuran besar.
Berawal dari keluhan temannya Ibu Ritta tersebut tersirat ide yang brilliant untuk mencoba membuat miniatur taman dan miniature air terjun yang dapat berpindah tempat. Dengan tekad yang kuat mulailah Ibu Ritta mencari bahan-bahan untuk merealisasikan ide kreatifnya tersebut. Gentong, pompa mesin sirkulasi akuarium mini, semen, dan pecahan asbes pun telah dipersiapkan sebagai bahan dasar untuk membuat kerajinan tangan berupa miniatur air tejun dan miniatur taman. Setelah mencoba-coba dan dengan didukung oleh keuletan Ibu Ritta dalam meng-explorasi bahan-bahan tersebut maka lahirlah sebuah produk bernilai seni tinggi bernama ‘Curug Gentong’.
Setelah berhasil menciptakan prototype Curug Gentong, Ibu Ritta mencoba menciptakan variasi model yang beragam dari Curug Gentong. Setelah berhasil menciptakan kreasi model yang bermacam-macam tersebut Curug Gentong tersebut di pajang dalam ruang tamu rumag Ibu Ritta. Alhasil banyak tanggapa positif terhadap hasil karya Curug Gentong ini, banyak teman-teman Ibu Ritta yang tertarik memiliki Curug Gentong tersebut untuk pajangan di rumahnya.
Pada bulan Maret tahun 2004, Ibu Ritta mulai benar-benar memfokuskan diri untuk membisniskan Curug Gentong ini. Variasi model pun semakin diperbanyak baik dar model maupun ukuran. Ibu Ritta dalam menjalankan usaha ini tidak sendirian beliau juga dibantu oleh suaminya Bapak Rico beserta dengan anak-anaknya. Dalam mempromosikan Curug gentong Ibu Ritta juga rajin mengikuti pameran-pameran tingkat nasional. Konsumen produk Curug Gentong pun semakin melebar, bukan hanya konsumsi pribadi untuk di rumah, melainkan untuk di gunakan sebagai penghias di hotel, sebagai contoh di kawasan Jakarta ada pengembangan apartemen yang memesan Curug Gentong dengan tinggi sekitar 1 meter untuk dipasang di setiap lantai di depan lift. Contoh lainnya sebuah salon muslimah menggunakan Curug Gentong sebagai ‘teman’ mengantri sambil menunggu giliran.
